Political Education of University Students and theDynamics of Democratic Consolidation in HigherEducation
Kata Kunci:
political education, democratic literacy, student participation, higher education, democratic consolidationAbstrak
Abstrak:
Pendidikan politik mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran demokrasi
dan keterlibatan kewargaan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai
lembaga akademik, tetapi juga sebagai arena penting dalam pengembangan kesadaran politik,
kemampuan berpikir kritis, serta sikap partisipatif generasi muda. Namun, tantangan demokrasi
kontemporer, seperti apatisme politik, polarisasi, dan pengaruh budaya politik digital, menuntut
adanya peninjauan kembali terhadap praktik pendidikan politik di lingkungan perguruan tinggi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan politik mahasiswa dalam
memperkuat nilai dan partisipasi demokrasi di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan
pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan menelaah berbagai publikasi akademik,
dokumen kebijakan, dan karya ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan,
partisipasi politik, serta konsolidasi demokrasi. Analisis difokuskan pada identifikasi dinamika
praktik pendidikan politik dan kontribusinya terhadap pengembangan demokrasi di kalangan
ZALIL JOURNAL: A Scholarly Forum for Educational and Legal Studies
Vol. 01 No. 01 (2026) : 35-43
Available online at https://zaliljournal.com/home.php
36
mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan politik di perguruan tinggi
berkontribusi dalam pengembangan literasi demokrasi, kesadaran politik, serta kompetensi
partisipatif mahasiswa. Namun, efektivitas pendidikan politik masih menghadapi kendala berupa
dominasi pendekatan pembelajaran normatif dan keterbatasan integrasi dengan realitas politik
kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya politik digital telah mengubah pola
partisipasi politik mahasiswa sehingga perguruan tinggi perlu mengembangkan model
pendidikan politik yang mengintegrasikan literasi digital kritis dan pembelajaran politik
kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan pendidikan politik di perguruan tinggi
memerlukan inovasi pedagogis, integrasi interdisipliner, serta pendekatan pembelajaran
kontekstual yang menghubungkan nilai demokrasi dengan pengalaman politik nyata.
Transformasi tersebut penting dalam mendukung konsolidasi demokrasi dan pembentukan warga
negara yang melek politik di lingkungan pendidikan tinggi.
Kata Kunci: pendidikan politik, literasi demokrasi, partisipasi mahasiswa, pendidikan tinggi, konsolidasi
demokrasi
Unduhan
Referensi
REFERENCES
Asshiddiqie, J. (2015). Penguatan sistem pemerintahan dan peradaban demokrasi.
Konstitusi Press.
ZALIL JOURNAL: A Scholarly Forum for Educational and Legal Studies
Vol. 01 No. 01 (2026) : 35-43
Available online at https://zaliljournal.com/home.php
42
Banks, J. A. (2017). Citizenship education and global migration: Implications for theory,
research, and teaching. American Educational Research Association.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and
mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Delli Carpini, M. X., & Keeter, S. (1996). What Americans know about politics and why
it matters. Yale University Press.
Furlong, A., & Cartmel, F. (2012). Young people and social change: New perspectives.
McGraw Hill Education.
Jayadiputra, E., Karim, A. A., Sapriya, S., & Rahmat, R. (2023). The Pancasila and civic
education curriculum model in the twenty first century. Jurnal Civics: Media
Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 65–74. https://doi.org/10.21831/jc.v20i1.49455
Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Norris, P. (2011). Democratic deficit: Critical citizens revisited. Cambridge University
Press.
Kuwoto, M. A., Sudarmanti, R., & Utami, A. B. (2025). Construction of political
education in learning Pancasila and citizenship in increasing students’ political
awareness. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 21(2).
https://doi.org/10.21831/jc.v21i2.73916
Muhajir, A., Latief, A., & Tiara, M. (2025). Strengthening digital literacy and political
culture for Generation Z through Pancasila education learning in higher education.
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 22(2).
https://doi.org/10.21831/jc.v22i2.89956
Print, M. (2012). Civic education and youth political participation. Educational Review,
64(2), 235–247. https://doi.org/10.1080/00131911.2011.571765
Pratiwi, E. D., Darmawan, D. D., & Putra, R. (2025). Pancasila based democratic
education and civil society development amid Indonesia’s democratic regression.
Jurnal Sospol, 11(2). https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i2.38273
Quennerstedt, A. (2022). Children’s rights and education: Legal perspectives and
challenges. Educational Research Review, 35, 100414.
https://doi.org/10.1016/j.edurev.2021.100414
Sukmayadi, T., Abdulkarim, A., Komalasari, K., & Masyitoh, I. S. (2025). Strengthening
civic literacy through civic education courses in higher education. Jurnal Civics:
Media Kajian Kewarganegaraan, 22(2).
Verba, S., Schlozman, K. L., & Brady, H. E. (1995). Voice and equality: Civic
voluntarism in American politics. Harvard University Press.
Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for
democracy. American Educational Research Journal, 41(2), 237–269.
https://doi.org/10.3102/00028312041002237
Istirokhah, Z., Lessy, Z., & Kalida, M. (2025). The intellectual structure of civic and
Pancasila education research: Trends and themes in character education studies.
Jurnal Konseling dan Pendidikan.
Yuniarto, H. B. (2025). Integration of civic education, Pancasila education, and values
education in shaping students’ civic responsibility. International Journal of
Teaching and Learning.
Republik Indonesia. (2003). Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia.


